Link
Online
Pengunjung: 7,
Anggota: 0 ...
paling banyak berkunjung: 106
(anggota: 0, pengunjung: 106) pada 19 Ags : 05:52
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
.: Apa itu RSS :.
|
Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau
|
Ats-Tsalatsa, 23 Rajab 1428 H - 11:14:55
oleh: Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MP |
PENDAHULUANDampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MPPerkembangan sektor pertanian di daerah Riau sampai saat ini cukup menggembirakan, namun tingkat pendapatan masyarakat dari usaha pertanian belum meningkat seperti yang diharapkan. Karena itu Pemerintah Daerah Riau mencanangkan sasaran pembangunan Daerah Riau harus mengacu kepada Lima Pilar Utama, yaitu: 1) pembangunan ekonomi berbasiskan kerakyatan; 2) pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia; 3) pembangunan kesehatan/olahraga; 4) pembangunan/kegiatan seni budaya; dan 5) pembangunan dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa. Pembangunan ekonomi kerakyatan difokuskan kepada pemberdayaan petani terutama di pedesaan, nelayan, perajin, dan pengusaha industri kecil. Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MPSetiap pembangunan yang dilaksanakan harus mengacu kepada lima pilar utama pembangunan daerah Riau. Karena pembangunan daerah sangat ditentukan oleh potensi yang dimiliki oleh suatu daerah, maka kebijaksanaan yang dibuat oleh pemerintah daerah harus mengacu kepada potensi daerah yang berpeluang untuk dikembangkan, khususnya sektor pertanian. Potensi tersebut antara lain: 1) tanaman hortikultura; 2) tanaman perkebunan; 3) usaha perikanan; 4) usaha peternakan; 5) usaha pertambangan; 6) sektor industri; dan 7) potensi keparawisataan. Pengembangan sektor pertanian dalam arti luas harus diarahkan kepada sistem agribisnis dan agroindustri, karena pendekatan ini akan dapat meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, yang pada hakekatnya dapat meningkatkan pendapatan bagi pelaku-pelaku agribisnis dan agroindustri di daerah. Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MPUntuk pembangunan ekonomi pedesaan pemerintah daerah telah mengembangkan sektor pertanian khususnya sub sektor perkebunan. Arah kebijaksanaan sektor perkebunan ini adalah melaksanakan perluasan areal perkebunan dengan menggunakan sistem perkebunan inti rakyat (PIR), program kredit koperasi primer untuk anggota (KKPA) serta memberikan kesempatan kepada perkebunan swasta. Sub sektor ini dapat menyerap tenaga kerja, menunjang program permukiman dan mobilitas penduduk serta meningkatkan produksi dalam negeri maupun ekspor nonmigas. Perkebunan yang banyak dikembangkan di daerah Riau adalah perkebunan kelapa sawit, karet, dan kelapa. Untuk sektor perkebunan Pemerintah Daerah Riau menetapkan kelapa sawit sebagai komoditas unggulan daerah. Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MPPembangunan perkebunan kelapa sawit pada hakekatnya adalah pembangunan ekonomi yang berorientasi pedesaan. Sasaran pembangunan sektor perkebunan tersebut adalah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Dengan demikian jumlah masyarakat miskin terutama di pedesaan dapat dikurangi (Saragih, 2001). Tujuan pokok proyek perkebunan yang dilaksanakan itu adalah; pertama, meningkatkan produktivitas kebun-kebun rakyat dengan cara penyuluhan teknologi baru pertanian kepada mereka; dan kedua, menjadikan sistem perkebunan tersebut sebagai program pemerataan baik dari segi penduduk maupun sebagai pemerataan pembangunan. Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MPHASIL PENELITIANDampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MPAnalisis Multiplier EffectDampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MPKawasan perkebunan telah menyebabkan munculnya sumber-sumber pendapatan baru yang bervariasi. Sebelum dibukanya kawasan perkebunan di pedesaan, sampel mengungkapkan sumber pendapatan masyarakat relatif homogen, yakni menggantungkan hidupnya pada sektor primer, memanfaatkan sumberdaya alam yang tersedia seperti apa adanya tanpa penggunaan teknologi yang berarti. Data lapangan mengungkapkan pada umumnya masyarakat hidup dari sektor pertanian sebagai petani tanaman pangan (terutama palawija) dan perkebunan (karet). Pada masyarakat di sekitar aliran sungai mata pencaharian sehari-hari pada umumnya sebagai nelayan dan pencari kayu di hutan. Selain teknologi yang digunakan sangat sederhana dan monoton sifatnya tanpa pembaharuan (dari apa yang mampu dilakukan). Orientasi usahanya juga terbatas kepada pemenuhan kebutuhan keluarga untuk satu atau dua hari mendatang tanpa perencanaan pengembangan usaha yang jelas (subsisten). Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MPKegiatan pembangunan perkebunan telah menimbulkan mobilitas penduduk yang tinggi. Akibatnya di daerah-daerah sekitar pembangunan perkebunan muncul pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di pedesaan. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya daya beli masyarakat pedesaan, terutama terhadap kebutuhan rutin rumah tangga dan kebutuhan sarana produksi perkebunan kelapa sawit. Dari sisi kebutuhan rumah tangga rata-rata pengeluaran petani setiap bulannya sebesar Rp 1.183.288. Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MPApabila dikaji dari struktur biaya pengusahaan perkebunan kelapa sawit yang teknis operasionalnya dirancang lebih banyak menggunakan teknik manual, biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja langsung serta tenaga teknis di lapangan memiliki porsi yang cukup besar. Berdasarkan hal tersebut, perputaran uang yang terjadi di lokasi dalam jangka panjang diperkirakan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di wilayah ini dengan tumbuhnya perdagangan dan jasa. Hal ini memberikan arti bahwa kegiatan perkebunan kelapa sawit di pedesaan menciptakan multiplier effect, terutama dalam lapangan pekerjaan dan peluang berusaha. Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MPSuatu peluang usaha akan menjadi sumber pendapatan yang memberikan tambahan penghasilan kepada masyarakat jika mampu menangkap peluang usaha yang potensial dikembangkan menjadi suatu kegiatan usaha yang nyata. Dengan demikian kemampuan masyarakat memanfaatkan peluang yang ada akan dipengaruhi oleh kemampuan masyarakat dalam menangkap peluang itu sendiri. Hal kedua adalah kemampuan mengorganisir sumberdaya yang dimiliki sedemikian rupa sehingga peluang yang potensial menjadi usaha yang secara aktual dapat dioperasikan ( Basri, 2003). Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MPDengan menggunakan rumus angka pengganda diperoleh nilai MPC = 0,8415 dan nilai PSY =0,7079. Sehingga diperoleh angka pengganda sebesar 2,48. Nilai ini dapat memberikan arti bahwa setiap pembelanjaan oleh petani kelapa sawit di lokasi dan sekitarnya sebesar Rp 100, secara sinerjik menjadikan perputaran uang di lokasi tersebut dan sekitarnya sebesar Rp 248,00 melalui bentuk-bentuk usaha, baik sektor riil maupun jasa. Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MPNilai-nilai tersebut diperoleh dengan dasar dan asumsi sebagai berikut: - Persentase pendapatan petani sawit dibelanjakan di wilayah setempat (MPC) sekitar 84,15 %.
- Kebutuhan kegiatan perkebunan kelapa sawit yang dapat dipenuhi di wilayah setempat (PSY) sebesar 70, 97 %, antara lain:
- Kebutuhan peralatan pertanian ringan yang digunakan dalam kelola teknis diproyeksikan mampu dipenuhi oleh wilayah setempat.
- Pengadaan sarana prasarana penunjang yang disediakan oleh perusahaan perkebunan dan koperasi dapat dipenuhi oleh wilayah setempat.
1 2 » selanjutnya Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MP
Artikel Ekonomi Lain
 |
Pemberdayaan Koperasi Berbasis Agribisnis Di Daerah Pedesaan oleh Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP Selasa 19 Januari 2010 - 12:34:04 Ats-Tsalatsa, 3 Safar 1431 H - 12:34:04 |
 |
KELAPA SAWIT, DAMPAKNYA TERHADAP PERCEPATAN PEMBANGUNAN EKONOMI PEDESAAN DI DAERAH RIAU oleh Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP Minggu 03 Mei 2009 - 22:00:41 Al-Ahad, 8 Jumada Al-Ula 1430 H - 22:00:41 |
 |
PENGARUH PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP EKONOMI REGIONAL DAERAH RIAU oleh Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP Selasa 09 September 2008 - 13:11:36 Ats-Tsalatsa, 8 Ramadan 1429 H - 13:11:36 |
 |
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean oleh Antoni., SE., ME Rabu 23 Januari 2008 - 12:10:45 Al-Arba'a, 14 Muharram 1429 H - 12:10:45 |
 |
Penguatan Ekonomi Dalam Negeri dalam Menghadapi Resesi Ekonomi Amerika Serikat oleh Antoni., SE., ME Rabu 23 Januari 2008 - 12:10:15 Al-Arba'a, 14 Muharram 1429 H - 12:10:15 |
 |
Tantangan Ekonomi Indonesia Menghadapi Globalisasi Ekonomi Tahun 2008 oleh Antoni., SE., ME Rabu 23 Januari 2008 - 12:09:32 Al-Arba'a, 14 Muharram 1429 H - 12:09:32 |
 |
Kelapa Sawit dan Kesejahteraan Petani di Pedesaan Daerah Riau oleh Almasdi Syahza Sabtu 18 Agustus 2007 - 15:12:06 As-Sabt, 4 Sha'ban 1428 H - 15:12:06 |
 |
Pembangunan Agro Estate Kelapa Sawit Dalam Upaya Percepatan Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan oleh Almasdi Syahza Rabu 01 Agustus 2007 - 12:57:05 Al-Arba'a, 17 Rajab 1428 H - 12:57:05 |
 |
Pengembangan Kinerja Usaha Kecil Ditinjau Dari Aspek ...... oleh Antoni.,SE.,ME Senin 19 Maret 2007 - 08:22:36 Al-Itsnayna, 29 Safar 1428 H - 08:22:36 |
 |
IRIF dan Siapkah Pemda Sumbar Menjaring Investor ? oleh Dr.Ir.Agustedi,MS Senin 06 November 2006 - 10:23:21 Al-Itsnayna, 14 Shawwal 1427 H - 10:23:21 |
 |
Pola Pengembangan Lokasi dan Daya Saing Kawasan Ekowisata oleh Antoni.,SE.,ME Selasa 03 Oktober 2006 - 10:31:32 Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:31:32 |
 |
Dampak Hutang Luar Negeri dan Variabel Makro Ekonomi Lainnya Terhadap Perekonomian Indonesia oleh Antoni.,SE.,ME Selasa 03 Oktober 2006 - 10:29:57 Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:29:57 |
 |
Strategi Pemberdayaan Industri Kecil Berbasis Agroindustri di Pedesaan oleh Ir. Muhibbullah Azfa Manik, MT Rabu 15 Juni 2005 - 15:46:43 Al-Arba'a, 8 Jumada Al-Ula 1426 H - 15:46:43 |
 |
Saatnya Melepas Dollar oleh Endri, SE.MA Rabu 04 Mei 2005 - 07:41:11 Al-Arba'a, 25 Rabi Al-Awwal 1426 H - 07:41:11 |
 |
Analisis Penentuan Keputusan Investasi: Studi Kasus Saham PT Lippo Bank Tbk (LPBN) oleh Endri, SE.MA Sabtu 23 April 2005 - 07:46:14 As-Sabt, 14 Rabi Al-Awwal 1426 H - 07:46:14 |
|
|